How Beautiful Paris by Night


Suhu hari itu 4 derajat celsius, ini sudah beruntung karena hari sebelumnya mencapai 0 dan minus.
Bahkan hal pertama yang diucapkan Oli teman saya adalah besok akan lebih dingin suhunya Owowow..

Saya menunggunya datang sepulang jam kantor sambil membaca whatapps dari smart phone saya :

H-1
Ella : Hi Oli, I will arrive tomorrow and will visit eiffel & arc de triomphe at night, where is the meeting point to see you?
Oli  : The best way is to wait for you at your hotel at night 8pm or 9pm. We can see Paris by night, send me the address when you have

Deg. Pertanyaan ini sudah berapa kali ditanya Olivier, tentang dimana saya tinggal. Tak kunjung saya jawab, tiap ditanya alamat seperti ada pemutaran film taken (akoh takut diculik) di pikiran, agak ragu memberi alamat hostel (ya hostel bukan hotel), sempat terpikir apa bikin janji di stasiun metro terdekat saja ya, karena saya punya one day pass metro hari itu. Tapi dengan Bismillah berharap teman saya ini niatnya baik, saya berikanlah alamat hostelnya.

Ella  : St Christopher's Paris 159, rue de crimee, thx, see you.

Hari H 23 January 2013 :

Ella : Oli, i just arrived at my hostel finally. After metro line 7 off at crimee exit no 3 then cross the road avenue deflandren, go straight 1 blok to rue de crimee and right till you see the hostel beside the canal.

Oli  : ok, i come with car easier to see Paris by night. You think you will be at the hotel around 8.30?

Ella : I'm in hostel now, thinking where to go first hahahaa, if you can come soon it's better.

23 January 2013, 7 pm
Oli : I'm arrived

Sebulan lalu kami bertemu pertama kali di kereta jurusan bogor jakarta, ngobrol tentang rencana tripnya ke jogja & bromo, saya berikan saran dan kami banyak berbicara tentang pengalaman traveling. Saya juga memberi tahu bahwa January berencana ke Paris, dan kami pun bertukar alamat email. Sebelum saya tiba di Paris, Oli banyak membalas email saya mengenai pertanyaan tentang berkelilling Paris, hingga akhirnya....
Hi Ella, You are here.... > > Yaaa, I'm here now, in Paris :DDD

Ini jalan apa namanya, lalu Oli banyak menjelaskan, daerah ini masuk kawasan timur Paris. Oli cerita di Paris ada 2 daerah, barat dan timur atau biasa disebut Right bank dan Left bank. Paris memang kota yang termasuk mahal, tapi jika tinggal di daerah left bank biaya hidupnya akan lebih murah dan tidak sesuper elit dibanding Right bank. Dia pun mulai membelok ke jalan kecil mungkin untuk menghindari kemacetan, agak deg2an takut dibawa kabur kemana ini *ketok kayu*, untuk menenangkan diri sendiri saya pun bercerita tentang perjalanan saya sebelum sampai ke Paris, pertemuan dengan banyak teman disana, membahas tentang populasi penduduk, pajak parkir dll hingga sampai pada pemberhentian Pertama : Pathenon. Sebenarnya Oli banyak menjelaskan sejarah layaknya tour guide yang baik, tapi saya iya iya aja karena sibuk mengagumi Paris di malam hari heheee

Pathenon


Sebelum masuk mobil sempat melirik ke no plat mobil dan ngetik whatapps ke Mbak Nita & Arla (cerita tentang mereka akan ada di posting berikutnya), Just in case, bukan suudzon, tapi untuk jaga-jaga saja.

Mobil pun melaju ke gang-gang kecil, lalu saya melihat banyak anak muda sedang bermain ice skating di depan gedung yang ternyata hotel de ville (city house), saya request turun sebentar untuk mengambil foto. Usai itu kemudian oli kembali melajukan mobilnya ke daerah Saint Michael, dari ujung jalan ke keujung lain diputar oleh Oli, banyak gedung-gedung yang tua sekali tapi masih terpelihara, Pemerintah Paris sangat strict melindungi "asset" pariwisata mereka ini.  Oiyaa, Paris juga terkenal dengan Sungai Seine-nya yang membelah dua bagian kota Paris. Oli pun mengarahkan kemudinya di sepanjang sungai seine, sisi barat dan sisi timur Seine sampai ke sudut jalan, kami asyik berkeliling sambil beberapa kali berhenti sebentar untuk mengambil gambar di Notre Dame, Opera (Academic National de Musique), Musee D'Orsay. Lucunya Oli selalu bertanya, Do you like it? dan saya selalu menjawab Ya, ya, ya.

city house


Notre Dame

Academic National de Musique (Opera)

Memang benar kata Oli, akan lebih mudah untuk menyusuri Paris di malam hari dengan mobil, senang sekali saya apalagi gratisan ;p

Hingga pada putaran ke berapa kalinya melewati sisi sungai Seine, Oli menunjuk ke huruf N di tengah jembatan di atas Seine. N adalah simbol dari Napoleon Bonaparte, saya pun langsung mengingat-ingat pelajaran sejarah dan film kartun tentang permaisuri cantik Marie Antoinette.

Masuk ke jalan yang lebih lebar dan ramai, terlihat dari jauh gate besar di tengah kota, Monumen Arc de Triomphe. Saya minta mobil berhenti disana, tapi ga bisa kata Oli, karena ini kawasan macetnya Paris (padahal lancar banget itu jalanan, cuma agak ramai versinya Paris)... Ooooh "Baiklah, mungkin besok saya akan mengulang kesini lagi untuk berfoto", kata saya. Jalan besar dan ramai tadi bernama Avenue des Champs-Elysee, Oli menunjuk store Louis Vuitton di sebelah kiri jalan...

Lalu dimana Eiffel? tanya saya. Saya sudah request sejak awal mau melihat eiffel yang sedang berkelap kelip di malam hari, duuuh pasti akan cantik banget dalam bayangan saya.

Oli berkata, "sebentar lagi, setelah ini agar waktunya pas", dia pun menunjukkan ke jam di mobil 8.54.
Oli tetap menyetir dengan terus menjelaskan jalan-jalan dan nama tempat seperti Mosquee de Paris, memutar jalan melewati Rumah sakit tua bernama Hospital des Invalides, saya pun berkelakar tentang cerita hantu tua yang memakai kostum feodal dan ngarang bebas dengan berkata pasti banyak hantu tua di dalam sana hiiiiiii.. "Apakah kamu percaya hantu?" tanya saya. Oli pun menjawab: "I never see them, so i assumed they do not exist."

Mobil kembali berbelok dan mata saya langsung menemukan menara yang bersinar, akkkkk That's Eiffel, suara saya agak teriak dan sumringah lebar. Mobil berhenti, Mata saya tak lepas dari Eiffel sejak tadi daaaaannn Lampunya berkerlap kerlip hanya dalam beberapa menit. Otomatis mata saya langsung melihat jam di mobil menunjukkan pas pukul 09:00.... Oliiiii...Kalau dia pacar saya sudah saya peluuuukkk *upss*, dan memang hanya berlangsung beberapa menit, karena setelah itu lampunya eiffel terang aja gitu tanpa kerlap kerlip.



Kerlap-Kerlip Horee

Eiffel & Seine

Mobil meminggir dan Oli membiarkan saya berfoto disana sesuka hati. Setelah agak puas, saya kembali ke mobil. Oli dengan inisiatifnya mengarahkan mobil ke sisi lain untuk melihat Eiffel. Merasa belum puas juga, saya pun bilang ke Oli "I want to cross the park so that i can take the picture from under the Eiffel". Maksudnya pengen lebih dekat ngeliatnya heheee banyak bener maunya *dikeplak*. Dasar si Oli baik bener ya, untuk pertama kalinya dia mau turun mobil, bukan numpang stop di tempat parkir taxi dan "benar-benar" parkir mobil nganter saya jalan melewati sebuah taman besar hingga sampai di bawah eiffelnya PERSIS. "Gitu keq dari tadi, kan biar ada yang motoin juga, masa moto sendiri terus isi pipi semua", dalam hati.

Kami berdiri di bawah kaki Eiffel, melihat rancangan besi yang kokoh di atas, lalu kami lihat ada lift yang naik turun sepanjang kerangka Eiffel tersebut, Oli bercerita dia pernah menaiki lift tersebut saat muda dan tidak berminat naik lagi karena seperti yang diketahui Eiffel salah satu icon dunia seperti liberty, antrian untuk naik lift bisa 3 jam sendiri dan mengular. Sekitar 15 menit kami berdiri di bawah eiffel yang terang sekali di malam hari. Jika berniat untuk naik eiffel sila cek www.tour-eiffel.fr. Saat sudah mulai merasa kedinginan, kami kembali ke arah parkir mobil.. Saya masih berhenti sebentar-sebentar untuk foto diri, Oli jauh jalan cepat di depan sambil sesekali melihat ke belakang menunggu saya yang kecentilan sendiri foto dengan latar belakang eiffel... 


Another side

under the eiffel
"You are not hungry?" tanya saya. " No, are you hungry." Jawab Oli. "Yes, hehee, i usually have dinner at 7 ;p" timpal saya. Oli dan kebanyakan orang eropa memang baru mulai masak makan malam jam 9-10, seperti yang saya alami juga di Barcelona (akan ada di postingan berikutnya). , sedangkan untuk Eropa timur mereka makan malam lebih cepat sekitar jam 8, di Jerman kebiasaan makan malam pada pukul 7, ucap Oli. Pembuktian benar atau tidaknya mungkin masuk riset kunjungan selanjutnya untuk waktu yang lebih lama di Eropa *Amin*.

Perjalanan selanjutnya kami sekali lagi memutari kota Paris seperti sebelumnya, Seine, Arch de Triomphe, City House dan berujung ke rumah makan. Saya lebih pilih mencoba makanan khas Paris dibanding makanan cina, maka diajaklah saya masuk ke rumah makan kecil, ada tirai plastik sebagai pintu masuknya, sudah lumayan banyak orang yang datang untuk makan, sekitar pukul 9.30 kami sampai disana. Oli pun men-translate menu berbahasa Perancis yang tak saya mengerti, dia men skip menu yang ada pork nya karena sudah tau saya tidak makan itu. Menu yang saya pilih malam itu adalah steak barbeque, salad plus potatoes.

Kami berbincang sampai hampir tengah malam, berkisar pekerjaan, traveling, issue sosial, saya pun berkata just email me if you come to Indonesia, we can explore Sumatra or another islands in Indonesia. Oli pun mengulurkan selembar tiket gratis masuk museum Louvre, hihii agenda saya besok hari memang berencana mengunjungi Louvre, dan mendapat tiket gratis itu rezeki :). Sambil melihat berkeliling suasana "warung" nya Paris kata Oli, tempat itu termasuk favoritnya karena makanannya enak dan harganya tidak mahal. Oli sampai menuliskan kata warung di meja yang dilapisi semacam bahan untuk banner, karena pengucapan "warung" yang ga ketangkep di telinga saya. Jadi menjadi kebiasaan di rumah makan itu orang-orang mengobrol sambil mencoret-coret meja, "bisa jadi pengganti white board untuk meeting, yakali". Akhirnya setelah menghabisi isi piring, kami pun memutuskan untuk pulang karena esok hari Oli harus kerja, Oli meminta bill dan membayar untuk makan malam berdua itu *asyikkk ditraktir*, sempat saya lihat total angka yang tertulis EUR 26,5 harga yang wajar untuk 2 porsi steak,salad, potatoes porsi besar, wine, coke dan mineral water yang kami nikmati.


Mamam 9.30 p.m
    
Perut kenyang, hati riang, pengalaman yang tidak terlupa di Paris bersama teman yang sangat baik, simpan baik-baik di memori. Oli pun mengantar saya kembali ke Hostel St Christopher dan sebelum turun saya berucap. "Thank you very much for accompany me, thanks for dinner and also for the Louvre ticket. I'm very happy tonight, that was amazing. Merci. Kami pun berjabat tangan dan kata terakhir saya adalah :

Please send my regards to your boyfriend Oli. See you

Ciao Ella...

Ciao Oli...

Happy #solotraveling

12-27 January 2013

Mau share sedikit tips persiapan #solotraveling dari pengalaman perjalanan ke eropa kemarin, gw comot dari ocehan di socmed twitter aja ya hehehe (baca dari paling bawah ke atas)...

  1. Selalu positif thinking, open minded, and enjoy your life. Selama masih mampu, sehat, lakukan.
  2. Menikmati tempat2, mengamati sekitar, bertemu orang-orang baru, pakai mata,telinga,hati tsaahh  SENANG SEKALI
  3. Tapi sebisa mungkin gw hindari bawa beban,backpack tinggal di hostel/loker,biar ga cepat capek.Bayar lebih buat loker/ troley
  4. Menyenangkan banget lah pokoknya, kalo nyasar ya tinggal balik lagi,, gimana kaki melangkah aja. 
  5. Padahal pas msh di Indo mumet sendiri liat peta metro paris 13 line,RER A-D. Tp ternyata ga sesusah itu, khatam gw wkwkwk
  6. Dari situ jalanin hari per hari.Minta map dari hostel, belajar baca peta metro, lingkari yang penting2. Dan ternyata gampang
  7. Sangking pusing nyiapin yg ga sedikit,Itinerary cuma gambaran mau kmn aja.Modalnya cuma yg penting tau dulu nyampe hostel gmn
  8. Ga lupa buat copy 3x, 1 buat handcarry, 1 di backpack,1 buat orang rumah, scan save file di FD,draft &email ke beberapa teman
  9. Dengan bekal berkas booking tiket,hostel,transport antar neg/kota,peta metro yang beratnya 1 kilo sendiri, berangkatlah saya
  10. Terus pgn sih lbh byk neg yg dikunjungi, tp waktunya cuma 2 minggu.Jd harus memilih,biar menikmati,istirahat cukup,budget ok
  11. Etapi acting like local,harus biasa aja liat salju.Kl ada temen gw yakin bakal guling2an maenan salju,saljunya eropa pula haha#solotraveling
  12. Alhamdulillah gw ga kedinginan, ya iyalah 4-5 lapis menurut ngana.. Menggelembung gw, ga ada cakep2nya dah 
  13. Bisa gawat kl kedinginan, sakit sendiri repot.Kmrn sih paling dingin Paris -4,Amst 0, Ist 4-6,Roma 10,paling anget spanyol 14
  14. Untuk pemilihan t4yg "aman", utk kasus gw karena winter,gw hindari neg yg extrem dinginnya,kayak praha atau poland yg bs -20C 
  15. Ga bisa ngandelin teman juga, krn punya kesibukkan masing2, bisa nemenin jalan2 malem pulang kerja udah seneng bgt 
  16. Buat tidur doang kan, ga perlu mahal2 (kalo gw) mayan uangnya bisa buat trip-trip yg lain atau keperluan lain ;p 
  17. Buka kartu ya.Hostel gw di roma,barcelona,istanbul cuma 130ribuan per night. Paris&Amsterdam 250rb,dapet bfast,heater,loker.
  18. Kenapa hostel? | Selain murah, seru aja ketemu orang dengan asal yg beragam, macem2 kebiasaan, sharing cerita, nambah teman
  19. Hostel? | Hostel itu kyk asrama,1 kamar isi 4,6,12,16 pax,kamar mandi sharing,bisa female only/mixed dorm.Ada private kl mau.
  20. Janjian sama teman yg ada disana/ikut couch surfing. Tp karena gw cuma 2-3 hari per tempat, gw lbh milih nghostel. 
  21. Jadi gmn?| Minta tolong foto ke sesama turis, Foto sendiri: muka doang dgn latar belakang, self mode pake tripod (malesin)
  22. Baca buku,tau scam yg merajalela. Kyk di barcelona, kalo ada yg nawarin motoin jangan mau kalo ga mau kamera dibawa kabur
  23. Makin tau cerita yang paling terburuk, makin hati-hati toh, banyak-banyak berdoa aja semoga selalu ketemu orang yang baik
  24. Gmana ga bikin down,matik gw. Tapi ya di jakarta juga banyak copet,dimana2 ada. Asal hati2,ga mengundang,ga keliatan bego
  25. Paris, (sorry) dari ras kulit hitam afrika atau gipsy yg tinggal di van.Agar hati2 copet,atau yg paling serem penculikan dllExpand
  26. Contoh kata  di roma,Tukang nodong 3 pria gede siang bolong,jalanan rame,tas sampe ditarik2,orang skitar ga bs apa
  27. Byk ngobrol,cari kenalan disana,tanya2 ttg kebiasaan,kultur,kejadian yg aneh2,biar kita siap utk paling terburuk (amit2) 
  28. Dalam hal ini karena eropa,biar ga keliatan bego pas nyampe sana, googling cara beli tiket metro, tram, bus dll 
  29. Googling apa?| Cari hostel yg strategis,referensinya bagus tp harga ok,web local attractions, donlot peta metro,jadwal kereta
  30. Gmana persiapannya? | Banyak googling,byk tanya/ngobrol sama orang yg pernah tinggal/kesana,tentukan tempat tujuan yang"aman"
  31. Apa pengalaman sebelumnya? | Bberapa x pergi bertiga sama cewek2, neg paling canggih sih jepang.Pernah pergi berdua sama mama 
  32. Apakah seberani itu? | Jawab : Enggak, ada takutnya lah pasti, ragu, tp gmana lagi tiketnya udah terlanjur beli kan sayang
  33. Kalau ada yang nanya koq berani? | Jawab: sudah nyiapin mental sendiri sejak ngeklik tiket,kyk ada dorongan yg bilang bisa

Tambahan dikit : Saat baru landing, langsung ke toilet abisin urusannya, lalu baru ambil bagasi. Untung gw orang yang ga ribet soal pengeluaran, pagi hari pasti setor, masuk resto atau tempat wisata sempetin juga ke toilet, no problemo :p Happy #solotraveling :DDD