Yellow & Demons Plus Mosquitoes


Ketika Tren Warna Kuning Menjangkiti Selebritas ( y! OMG 25 March 2013)


Leila Lopes, Miss Universe 2011,dengan gaun duyungnya (Photo by David Becker/Getty Images)


Berikut penuturan Pamella Protzel-Scott mengenai fashion color report sping 2013 Ella Moss yang saya temukan pada web pantone :

PANTONE FASHION COLOR REPORT SPRING 2013

Ella MossElla Moss
by Pamella Protzel-Scott

 
 


inspiration
Western Wild and The Sunshine State inspires cheerful optimism

prominent colors
Deep Raspberry paired back to Cool Mint; Bright Chambray mixed with Sunshine Yellow; Peacock Blue and Acid Green; Neon Pink paired back to Icy Cool Gray

signature color
Citron Yellow — its bright sunshine tone is optimistic and playful for spring

must-have item
The fit and flare dress in Citron Yellow floral

Is there a color that complements all skin tones?
I tend to lean towards bolder, deeper hues and neutral shades. I think that Navy Blue is a color that works on all skin tones.


Terakhir jika saya search di google dengan keyword tren warna kuning 2013 
Inilah beberapa gambar yang muncul :

















Beberapa bulan sebelum tren kuning ini muncul, seorang gadis nan imut sedang berada di daerah antah berantah bernama Agra, India.

Ketika sedang memilih kain saree di salah satu toko depan Agra yang fenomenal dan termasuk seven wonder itu. Si penjaga toko tiba-tiba mengatakan :

"Why are you wearing that yellow shirt? yellow means bad in south area, because demons will be around you and also mosquitoes"

:O :O :O :O :O :O :O :O

Tapi karena sedang sibuk memilih kain saree yang memakan waktu lama sekali tapi akhirnya ga beli juga, saya tidak begitu memperdulikan perkataan si penjaga toko tersebut.

Begitu keluar dari dari toko barulah saya teringat tentang warna kuning tersebut dan membahas dengan Mbak Lita si seleb India .

"Eh Mbak serius si mamang tadi nyebut kata-kata demons?" tanya saya

"Iya " sambut mbak Lita

"Artinya Iblis kan?" tanya saya kembali

"Hooh"

"Hih serem amat yaa." cerocos saya sambil agak mikir

"Lah begimana nasib baju-baju kuning gw banyak di lemari " kata mbak Lita

" Yaudah sih, ini kan di India tengah, dia tadi kan bilang di India Selatan yang bakal didatengin iblis dan nyamuk kalo pake kuning. Etapi pantes ya serasa ada aja yang ngeliatin dari kemarin naik kereta. Lah dari kemarin bajunya sama? Iya nanggung baru ganti sore. Terus kita memang ga pernah lihat ibu-ibu/ cewek pakai saree warna kuning kan ya?" pertanyaan saya ke mbak lita yang kemudian disambut dengan hening

Sejak itu kami selalu mengamati adakah orang India yang memakai warna kuning.
Hasilnya nol, kecuali di hari terakhir saya langsung tunjuk orangnya yang pakai baju kuning yang kebetulan kami lihat di stasiun. Ya satu-satunya dan hanya seorang anak cewek owowow.



Please, one shot madame!

25 February 2013


Tidak pernah terpikir oleh saya sebelumnya akan mengalami hal ini, sungguh. Satu-satunya literatur yang sempat saya baca sebelum berangkat adalah Awas Scam... Pada literatur tersebut dikatakan bahwa jika kita memfoto orang-orang di India, mereka akan meminta bayaran atas foto tersebut, semakin banyak orang yang difoto makin banyak kocek yang harus dikeluarkan dari kantong.. Fiuh.. Lalu apa yang sebenarnya terjadi pada kami di India?

Hal ini betul-betul kejadian, ga boong, bukan rekayasa, tidak mengada-ada.

Cerita berawal saat kami berada di kota kecil bernama Varanasi. Salah satu tempat yang kami kunjungi hari itu adalah Viswanath Temple. Tepat pukul 12:00 kami tiba di tempat tersebut, sayangnya kebanyakan temple tutup pada waktu tersebut dan akan dibuka kembali pukul 13:00. Sambil menunggu jam buka kembali kami mulai mengeluarkan kamera dan mengambil beberapa sudut yang menarik yang bisa difoto. Alangkah senangnya kami ketika melihat pendeta hindu lewat, dan pastinya kami mendekat untuk minta foto dengan beliau. Sewaktu bersiap akan mengambil foto, beberapa pemuda mendekat ke arah berdirinya kami dan pendeta, tak apalah mungkin pemuda-pemuda tersebut ingin berfoto bersama pendeta hindu juga. Catatan dalam hati : cukup satu foto saja kalau lebih dari satu bahaya bisa jadi alasan mereka minta duit, banyakan pula yang ikut foto. Klik.




Setelah makan siang, pintu gerbang Viswanath Temple dibuka kembali, kami pun menitipkan sepatu dan mulai masuk ke dalam Temple tersebut, sembari melihat-lihat dan mengambil foto, ada sosok anak kecil yang sepertinya tadi ikut berfoto bersama pendeta mendekati saya, sambil memegang kameranya, tangannya menengadah ke saya dan senyum-senyum, ga ngerti maksudnya apa, saya pun ikut tersenyum lalu terus mengambil gambar Temple menjauhi anak itu. Terkejutlah saya saat sibuk mengambil foto dan berbalik melihat ke belakang, saya mendapati teman seperjalanan saya mbak Lita sudah dikelilingi pemuda-pemuda India yang minta berfoto bersama.. Ditambah lagi ketika Mbak lita menghampiri saya dia bilang : "Busyeet gw digilir La, minta foto satu-satu, mana bau pula"... Saya ngakak sengakak ngakaknya... Oooo ternyata maksud si pemuda tadi mau minta foto bersama. Belum habis ketawa saya, setelah itu saya dihampiri bapak dengan 2 anaknya, katanya anaknya mau minta foto bareng. Serentak saya tarik mbak Lita biar ga jadi korban sendirian. Cheers

Viswanath Temple


mbaknya senyum2 pas diminta foto, mereka duduk satu meja dengan kami saat makan siang




Berapa menit kemudian, datang lagi keluarga yang ternyata dari Punjab minta berfoto dengan kami..
Kami pun layaknya seleb (wae - dadakan) mencoba ramah dan mengapit ibu-ibu Punjab itu..



Takut urusan foto-foto ini terus berlanjut, kami pun izin beranjak mengingat supir autoricksaw (bajaj) yang kami charter sudah sejam lebih menunggu kami di tempat parkir.


Tujuan kami selanjutnya adalah Rannagar Fort & Museum. Pertama kali kami merasakan off-road pake bajaj. Jalanan berbatu-batu yang tadinya kami anggap asyik, lama-lama bikin pantat panas dan kami pun mulai pakai cadar penutup hidung untuk menghalau debu yang masuk. Syukurlah setelah hampir 1 jam melewati jalan pembuat-tepos itu akhirnya kami melihat jembatan dan laut yang menandakan Fort sudah hampir dekat.

Sesampainya disana kami langsung menuju loket dan dengan agak kesal kami membayar harga masuk yang sangat dikriminasi karena orang lokal hanya membayar Rs 20 sedangkan kami Rs 150 Errrr.



Kaget yang lain pun kami alami karena pada saat mengambil gambar di dalam museum ada seorang bapak yang menegur sambil menunjuk saya (yang terlintas di pikiran saya saat itu adalah nasib kamera saya).. Ya kami agak bandel menggunakan kamera yang memang seharusnya tidak boleh didalam museum, tapi kebandelan itu juga beralasan karena kami melihat orang lokalnya saja boleh jepret-jepret. Mampus gw kalo gara-gara ngambil foto diam-diam masa harus bayar denda Rs 25.000, secara budget kami kelililng India seminggu lebih sedikit biayanya dari denda itu. Mamak.

Tapi ternyata bapak itu hanya mau melihat tiket kami saja,, "Mbak Lita, cepat kasih lihat tiket kita", sambil tangan saya dengan sigap menyembunyikan kamera ke balik tas. Mbak Lita pun gelagapan saat menjulurkan tiketnya. Saya berjingkrak pelan agak menjauh dari tempat TKP itu dengan muka lempeng hahahaa.

Sudah selesai urusan pertiketan, sepertinya mbak lita masih ga tenang juga... Pengen buru-buru pergi dari Fort itu. Saya yang memang masih ingin jalan-jalan dan menikmati tempat agak merasa aneh dengan perubahan sikap mbak Lita. " Iya,sebentar lagi, ntar ya, ayo kita foto-foto lagi".. "Kesana mbak, sini aku fotoin lagi.. Disana juga, aku gantian fotoin".

Masih gelisah juga mbak Lita tetap minta pulang cepat-cepat.

"Ayo dong La pulang, itu makin banyak yang ngikutin."

Apa sih mbak.. Entah baru ngeh atau baru merhatiin, sampai akhirnya Jrenng, ketika saya melihat ke belakang kali ini bapak-bapak yang mulai deketin sambil senyum-senyum.

Dan sudah hampir sampai ke ujung gerbang, ketika terdengar suara pemuda yang berkata " one shot madame"

Hah?  Saya stay cool ambil foto sana sini..

Saya pindah tempat, beberapa pemuda ngikutin di belakang "one shot madame"

Tetap ga ngegubris, rombongan pemuda makin ramai di belakang ngeliatin kami action depan kamera

" one shot madame, please, one shot madame"

Saya mulai tersadar, dan jalan agak cepat, mbak lita udah jauh di depan

Pleaasssee madame, Please one shot.

Di depan gerbang keluar kami pasrah dikelilingin sekitar 20-25 orang pemuda yang mau berfoto bareng.

Jiaaahhh mbak, pantesan lu mau ngajakin cepat-cepat keluar mulu...

Ga berenti sampai disitu, salah satu pemuda meminta kami bergeser dari kerumunan dan diminta berpose di depan patung meriam, temannya yang lain diusir ga boleh dekat-dekat, dia maunya hanya kami bertiga yang difoto, oke deh kita kasih.

Tapi setelah itu mulai ada tanda-tanda pemuda yang lain request hal yang sama.
Tanpa ba bi bu lagi saya dan mbak Lita lari cepat sambil dadah dadah ke semua pemuda itu.
Kami langsung masuk bajaj dan minta supir cepat2 cabut dari Fort itu

Di dalam bajaj, tawa kami lepas masih ga habis pikir kenapa bisa segitunya mereka pengen foto bareng.
Mbak Lita ngamuk-ngamuk,,,, tuh kan gw bilang juga apa buruan keluar, mereka udah ngikutin kita dari atas tower tau, makin lama makin banyak, muter lapangan makin serombongan...

HAHAHAHAHA kapan lagi jadi superstar di India


Bayangin dari atas tower ini terus keliling putaran sampai keluar lewat samping kiri.


Yang difoto gelisah

Note : Saat di kereta menuju Agra kami ketemu dengan pengamen banci yang kayaknya gemes banget dengan kami berdua, dia pukpuk kepala kami masing-masing dengan senyum super manisnya, penumpang lain dia godain, tapi ke kita kedipin mata doang ga ganggu sama sekali :)





- one story about India-

Jailolo Festival, My Present

“Tulisan ini diikutkan dalam “Jailolo, I’m Coming!” Blog Contest yang diselenggarakan oleh Wego Indonesia dan Festival Teluk Jailolo

Maluku atau Moluccas nama yang lebih dikenal oleh dunia sebagai salah satu provinsi di Indonesia. Tapi tahukah kamu pada tahun 1999, sebagian wilayah provinsi maluku dimekarkan menjadi Provinsi Maluku Utara (wikipedia.org). Maluku yang beribukotakan Ambon, sedangkan Maluku Utara dengan Sofifi sebagai Ibukotanya. Maluku dan Maluku Utara yang berada di Indonesia timur ini memiliki pesona pariwisata yang sangat kaya dan layaknya saudara kembar karena keduanya termasuk ke dalam kepulauan Maluku.

Lalu apa saja yang dapat kita nikmati di Maluku Utara? Jawabnya banyak sekali. Silahkan jalan ke tulisan selanjutnya :)

Kota utama di Maluku Utara adalah ternate, gerbang utama untuk mencapai Maluku Utara, banyak maskapai penerbangan yang melayani rute ini seperti Lion Air, Sriwijaya maupun pesawat full board Garuda Indonesia. Selanjutnya untuk mencapai kabupaten sekitarnya bisa menggunakan kapal. Kabupaten Halmahera Barat dikenal dengan Jailolo salah satu yang menjadi hits pariwisata Indonesia masa kini dan masa mendatang. Berikut hasil riset saya mengenai Halmahera Barat, super amazing Halmahera Barat :

1. Keindahan Taman Laut, Biota Laut dan Pantai di Halmahera Barat

Penyuka diving dan snorkeling pasti akan berjingkrak riang jika berada di  Halmahera Barat, disana ada Teluk Jailolo, Pulau Babua dan Dodola yang tumpah ruah dengan beragam biota laut dan jutaan species di dalamnya. Bagi yang belum mahir diving jangan khawatir, siapa yang menolak lari-larian, main pasir atau  sekadar berjemur santai di pantai cantik ini. Put your swimsuit and sunglasses into your luggage. NOW..

Pulau Dodola (diambil dari Web Resmi http://www.malutprov.go.id
2. Kebudayaan yang masih otentik

Indonesia sebagai negara yang dikenal dengan beragam budaya, begitupun Halmahera Barat punya kebudayaan unik seperti tarian khas Cakalele atau Sara Dabi-dabi, Legu Salai, upacara adat, baju tradisional sampai makanan tradisional. Jika anda ingin mencecapi rasa makanan yang kaya rempah-rempah disinilah tempatnya. Saya pun penasaran ingin merasakan nikmatnya nasi kembar, ikan rica-rica, pisang melu bebek, nah lu dari namanya saja sudah unik. Yummy.


http://www.festivaltelukjailolo2013.com


3. Marga Satwa Endemik. 

Weka-weka owow sambil goyang shakira, satu lagi alasan kenapa saya ingin sekali kesana.
Kalau Australia punya koala dan kangguru, Jailolo juga punya weka-weka, si cantik cendrawasih mini dari Halmahera. Burung dengan sayap berwarna cokelat, ungu, hijau zamrud dan putih ini termasuk satwa endemik. Olalaa saya mau foto bareng dengan weka-weka.

omkicau(dot)com


4. Festival Teluk Jailolo

Festival Jailolo pastinya menempati nomor dalam list tujuan traveling saya. Bagaimana tidak, festival yang diadakan oleh dinas pariwisata Halmahera Barat setahun sekali ini sudah pasti komplit menyajikan ketiga pesona yang saya sebutkan diatas. Keriaan kombinasi semua yang indah-indah dari Jailolo dikemas dalam satu paket Festival Jailolo akan sangat menyenangkan dan menjadi hadiah tersendiri bagi yang mengunjungi Jailolo pada saat festival ini berlangsung. Bayangkan parade perahu layar, perayaan adat Sigofi Ngolo, Tarian Sasadu on The Sea, Harom Sasadu "festival makan" bernyanyi dan menari to the max till drop, lupakan food combining sementara. I'M IN (AMIN). 

Dear Department Pariwisata Halmahera Barat, wegoID, jailolofest, could you please pick me to join Jailolo Festival as my present? :D


Ella-

See ya
Mynextdestination