Voyage to The Moon

14 January 2013

Banyak yang mengatakan bahwa tempat yang saya kunjungi ini sebagai bulannya bumi atau The Moon on Earth. Jika iya maka bolehlah saya memberikan judul seperti di atas bahwa kali ini adalah pengalaman pertama saya menginjakan kaki ke “bulan”.

Setelah mengalami perjalanan selama 14 jam Jakarta - Istanbul menggunakan Turkish Airlines, kota utama yang masuk ke dalam list perjalanan saya di Turki adalah Cappadocia. Cappadocia bukan hanya terkenal dengan negeri bulannya, tapi juga Hot Air Balloon, Ihlara Valley, Goreme Open Air Museum, Uchisar Castle, Derinkuyu Underground dengan panorama yang unik serta gunung batu berbentuk kerucutnya yang menjadikan Cappadocia salah satu tempat shooting film star wars.

Untuk menuju Cappadocia ada beberapa cara yaitu :
1.  Lewat darat dengan menggunakan bus ke terminal Nevsehir kemudian menyambung bus kecil menuju Goreme, atau ada yang pula jurusan yang langsung turun di Goreme yang membutuhkan waktu selama 12 jam
2. Lewat Udara dengan menggunakan anak pesawat Turkish Airlines yaitu Andalus dari Airport Ataturk ke Airport Nevsehir
3. Lewat udara dengan menggunakan pesawat Pegasus yang bertolak dari Airport Istanbul S Gokcen (Airport kecil di Istanbul) ke Airport Kayseri

Berdasarkan waktu dan biaya yang sudah saya hitung, maka saya memilih pilihan ketiga. Pagi hari itu saya mendarat di Airport Istanbul Ataturk, mengambil bagasi, menitipkan bagasi di loker Sirkeci untuk kemudian berkeliling sebentar di kota Istanbul, mengambil kembali bagasi di loker dan lanjut menuju Airport Istanbul S Gokcen untuk langsung terbang sore hari nya ke kota Kayseri.

Berikut proses perjalanan saya antar kedua airport di istanbul tersebut :
“Ambil metro HM1 (red line) menuju Sultan Ahmed, sebelum naik saya membeli jeton/koin di  mesin Jeton seharga 1.75 TL per jeton, saya beli 6 jeton (1 metro, 1 tram, 1 furnicular untuk ke havatas bus station dan 3 jeton untuk keperluan sightseeing istanbul). Naik metro sampai ke jurusan akhir yaitu stasiun Aksaray. Keluar dari Stasiun Metro, berjalan mengikuti arah pejalan kaki belok kanan dan kemudian menyeberang jalan ke sebelah kanan hingga melihat jembatan penyeberangan, menyambung  tram ke arah Sirkeci dan turun di Kabatas, sampai kabatas lanjut furnicular 1 ke taksim, havatas bus station ada di seberang jalan keluar metro taksim. Dengan havatas bus itulah saya menuju Airport Istanbul S Gokcen. Pencarian jalan itu terobati dengan pemandangan indah yang saya lihat menuju airport yaitu ramainya Taksim Square, selat bosporus serta jembatan yang memisahkan kawasan asia dan kawasan Eropa. Kemudian terbanglah saya dengan pesawat Pegasus  menuju Kayseri selama 1 jam 15 menit.”

Begitu keluar kawasan bandara saya langsung diterpa dingin minus 10, untungnya shuttle bus yang saya pesan dari hostel datang tepat waktu dan segera membantu saya memasukkan tas ke bagasi mobil. Otomatis hangat saya rasakan setelah naik ke dalam bus itu. Pukul 21:00 salju, sepi dan suhu dingin malam itu adalah kesan pertama saya pada Kayseri, 100 km lagi sebelum mencapai Goreme/Cappadocia. Perasaan antusias bercampur kantuk saya rasakan dalam perjalanan selama satu setengah jam menuju Goreme. Akhirnya sampai di giliran pengantaran terakhir, satu-satunya penumpang yang tersisa, bus saya pun berhenti di depan plang nama Yasin's Place Backpackers Cave Hostel .




Alarm berbunyi jam 5 pagi esok harinya, sialnya heater hostel tersebut ga nyala, alhasil saya terbangun dengan badan meringkuk dibalik selimut di dalam hotel gua tersebut, ciri khas dari cappadocia adalah penginapan yang berbentuk gua karena berdindin kapur hasil olahan batuan vulkanik khas Cappadocia. Pukul 5.30 saya sudah siap menunggu jemputan bus dari tour hot air balloon, saya membayar 100TL untuk paket hot air balloon tersebut yang saya pesan lewat hostel via email sebelumnya. Beberapa menit kemudian bus pun datang, mulailah saya berkenalan dengan anggota group yang ternyata berasal dari Brazil, Argentina, Turki, Korea dan saya Indonesia. Menurut informasi driver walaupun kondisi masih bersalju, balloon masih memungkinkan untuk diterbangkan. Syukurlah membayangkan sudah jauh-jauh kesini ya wajib "naik balloon" .

Mobil melaju ke area penerbangan balloon, kami berhenti di sebuah rumah besar tempat para peserta dengan basket/keranjang balloon berbeda berkumpul. Panitia sudah menyediakan sarapan berupa roti turki (yang ini lumayan lembut, tidak keras sekali seperti di istanbul) dan beberapa pilihan minuman hangat. Setelah itu kami diberi sticker berwana yang menandakan group tour, karena berbeda group dan harga, berbeda pula sticker warnanya. Biasanya makin banyak orang dalam satu basket makin murah harganya. Saya termasuk ke dalam basket yang berisi sepuluh orang dari perusahaan Urgup Balloon dan mendapat sticker berwarna ungu.

Setelah mendengar instruksi panitia tour , kami pun beranjak ke area “penggelembungan balloon udara”.  Setelah beberapa menit balloon pun sudah cukup penuh udaranya, haaappp saya memanjat ke pijakan basket, naik melalui batas atas basket dan meloncat ke bagian dalam balloon, kami mengikuti instruksi bagaimana mengatur posisi badan saat balloon nanti lepas landas, yaitu pegang erat tali basket dan badan condong ke belakang. Hihiiii saya sudah ada di dalam basket, kamera siap, senyum sumringah dan inilah pemandangan yang saya lihat setelah lepas landas, here we go :




















Satu setengah jam perjalan diatas balloon ini sungguh tak terasa, bunyi gas balloon udara saat pilot mengatur naik turun serta arah gerak balloon udara serta tiupan angin menjadi backsound kami pagi itu, tiap sisi ada penglihatan tersendiri, dibawah kami ada uniknya bebatuan, rumput dan pohon, serta srigala berkejaran di lapangan terbuka bersalju, samping kanan kiri ada sesama balloon udara menambah efek dramatis di "bulan". Sampai akhirnya pilot mengarahkan sejajar bebatuan tinggi, hingga balloon dekat sekali dengan batu kerucut tersebut, lalu pilot menaikkan balloon sedikit melewati batu dan muncullah sunrise di balik bebatuan tersebut *WOOOOWW*

Rasanya ga mau mau turun dari balloon :p

Perjalanan ini ditutup dengan pemotongan cake dan minum wine sebagai penghangat perut. Kebetulan  di dalam group kami ada pasutri baru sehingga panitia mengadakan semacam surprise dengan membentangkan spanduk bertuliskan happy wedding sebelum landing untuk mereka dan kami pun ikut merayakan dengan makan cake berbentuk love bersama-sama, so sweet.




Hampir selesai acara tour hot air balloon pagi itu, panitia membagikan sertifikat ke masing-masing peserta, dan inilah sertifikat terbang saya :)





Thanks to Ms.Sureyya for flying experience.


SkyDiving, Dare you?

 WHuoooooooo

Still on My Bucket List
>>> New Zealand <<<

Source : online.wsj.com