Saya memulai aktifitas di tanggal cantik ini dengan membuka buku Lonely Planet yang sengaja saya taruh disebelah batal. Lonely Planet Discovery Europe. Sudah beberapa pekan saya taruh disana dan baru sempat saya buka lembar yang berisi gambar-gambar cantik tanpa membaca detailnya sampai hari ini. Semalam tidur saya sangat nyenyak setelah seminggu perut rasa jumpalitan mengurus kelengkapan visa. Kata visa ke passport hijau : "Lu mau gw nempel disono? syaratnya dulu dong". Emberrr bener deh syaratnya banyak aja "___".
![]() |
| Ini racunnya |
Berawal dari promo tiket Tukirsh Airlines yang saya beli bulan Oktober 2012 lalu untuk rute jakarta-istanbul-jakarta seharga SGD 781. Terus pantengin atau lakukan subsribe untuk web airlines seperti emirates, qatar, air france, dll yang suka membuka rute promo, prinsipnya jika harga tiket kurang dari Rp.8 juta maka belilah, syukur-syukur bisa lebih murah lagi. Turki memang bukan bagian dari visa Schengen dan untuk masuk negara tersebut cukup VOA saja. Lalu jika kita mau nyebrang ke negara-negara tetangga sebelah kiri (dilihat dari peta) yang notabene masuk negara anggota Schengen , apa saja syarat dan bagaimana prosesnya? just check it out :
1. Pemilihan negara pembuatan visa, usut punya usut negara yang relatif lebih mudah meloloskan visa Schengen adalah jerman dan belanda, tapi kalau ditilik lagi belanda lebih detail untuk alasan penyebutan nominal rekening koran (tabungan), di website jelas tertulis minimum € 34 per day yang kalau dikonversi sekitar Rp, 425.000 (jika rate 1€ = Rp. 12.500). Agak lega berhubung sebagai budget traveler yang duitnya ga banyak, tabungan lah yang perlu diamankan selama 3 bulan terakhir.
2. Dokumen pendukung, detailnya bisa buka link ini visa requirement :
- Passport yang masih berlaku minimal 3 bulan terakhir
- Passport Foto, foto harus berwarna, latar putih/ abu-abu 3.5x4.5cm, posisi kepala, badan, mata, kerudung, warna yang benar bisa cek di pasfoto
- Visa Fee, sediakan uang cash untuk biaya visa yang senilai €60, biasanya setelah melakukan appointment akan menerima konfirmasi serta rate yang sedang berlaku saat itu. Saya membawa uang rupiah Rp. 700.000 untuk biaya visa tersebut.
- Application form, format update akan dikirim via email setelah melakukan appointment
- Insurance, saya menggunakan asuransi AXA untuk mengcover 2 minggu perjalanan saya di eropa seharga €30. Pada term & condition nya tertera jika visa ditolak, maka biaya untuk asuransi tersebut akan sepenuhnya kembali. Aman untuk seorang risk taker.
- Financial Resources, yaitu : a) rekening koran 3 bulan terakhir, saya menambahan bank reference untuk memperkuat berkas tersebut, dan b). Surat keterangan bekerja dari perusahaan, saya pun menambahkan slip gaji 3 bulan terakhir yang dilegalisir. Pertimbahan agar tidak perlu bolak balik in case diminta oleh pihak kedutaan.
- Flight Reservation, khusus untuk ini tidak perlu khawatir jika belum memiliki tiket asli, tips saya bisa klik di web turkish airlines, lakukan reservasi, dan pilih pay later, maka otomatis anda akan memperoleh bukti reservasi via email, tanpa harus membayar tiketnya terlebih dahulu, atau kalau mau yang lebih gampang, hubungi travel agent langganan untuk minta reservasi bayangan.
- Hotel Reservation, karena saya mengajukan visa tourist dan tidak memperoleh sponsor dari siapa pun dan pihak manapun, maka saya lakukan booking hotel di booking.com yang tidak perlu membayar DP, web tersebut hanya meminta data kartu kredit sebagai jaminannya.
![]() |
| awal mimpi - photo taken from google |
3. Setelah semua dokumen tersebut lengkap, maka langkah selanjutnya adalah melakukan appointment di https://jakarta.embassytools.com/. Pilihan waktu appoinment adalah antara pukul 08:00-10:30 dan hasil visa bisa diambil pukul 15:00 di hari yang sama. Tips untuk mbak-mbak kantoran yang susah ambil cuti atau kabur dari kantor, buatlah appointment di hari jum'at, karena khusus hari jumat hasil visa sudah bisa diambil pada pukul 13:00. Tentu saja hari jum'at super cepat sold out diserbu pelamar. Jangan lupa print bukti appoinment nya!
4. Datanglah saya di hari bersejarah itu, dan berikut laporan langsung dari TKP :
- Antri pengecekan berkas
- Tiba saya yang diperiksa. Si bapak menyebutkan : passport bawa? ya pak. Uang Rp. 700.000? Siap. Asuransi? ok. Foto? Cantik. Suami? belum, kenapa bapak mau jadi suami saya? issshhh, silahkan mbak langsung masuk. Iyess.
- Titip barang, ya semua barang setas-tas termasuk handphone di loker. Bawalah semua berkas serta dompet anda.
- Masuk ruangan, ambil no antrian. Lembar antrian nya ada 3 copy, yang mana setelah selesai saya mengetahui maksudnya 1. untuk berkas asli pengajuan visa. 2. untuk ditempel ke passport sebagai pengenal. 3. Di staples pada tanda terima untuk kita sebagai bukti pengambilan passport & visanya nanti (amiiin mudah-mudah di approve)
- Saat no dipanggil deg2an lah saya. Jadi tempat petugasnya seperti kubikel berkaca dan ada lubang ditengahnya untuk memasukkan berkas dari luar ke dalam, atau sebaliknya.
- Sebenarnya saya mempersiapkan berkas tambahan seperti : copy KTP, copy KK, copy NPWP, copy akta kelahiran, copy kartu kredit, dan copy SIUP perusahaan. Tadinya mau dikasih kalau diminta, tapi ga sengaja ikut di klip bareng dengan berkas utamanya. Dan dari sekian berkas tambahan itu hanya copy kartu kredit yang dikembalikan lewat lubang tengah itu. Jadi berkas yang lain ikut diambil juga oleh petugasnya
- Sambil memeriksa berkas petugas bertanya beberapa hal seperti: berapa hari disana? dengan siapa? mau kemana saja? Saya jawab seadanya. 15 hari, dengan teman kantor, ke rotterdam,amsterdan, utrecht. Ada baiknya googling sedikit tentang tempat wisata di tempat tujuan, at least kita kebayang kalau ditanya petugasnya.
- Setelah itu dia menyuruh kita tunggu sebentar untuk dibuatkan tanda terima uang dan sekaligus berfungsi untuk bukti pengambilan passport dan visa
- Setelah terima tanda terima, lalu pulanglah saya ke kantor. Untuk pengambilan bisa diwakilkan dengan syarat : membawa tanda terima, surat kuasa dan copy yang diberi kuasa.
- Tiba pukul 15:00, tunggu dipanggil no nya, dan ajaibnya pemanggilan no itu dilakukan secara acak dari 50 ke 51 ke 52 ke 9 ke 14 ke 36 ke 21. Ahh akhirnya no- saya disebut.
- Masuklah saya ke ruangan yang sama tempat petugas kaca tersebut. Bedanya, kalau pagi tadi ada 5 petugas, pas sore hanya ada 2 loket pengambilan.
- Deg.. Deg... Deg... Akkkkk giliran saya yang maju... tadinya saya berpikir ambil passport dulu nanti lihat isinya saat diluar biar agak tenang... Etapi, petugas langsung membuka halaman, menyelipkan pedoman visa di halaman yaaaaaaang sudah ada stickernya.... Keliatan duuungg. Alhamdulillah sujud syukur.
- Keluar dengan senyum, ga ada lagi adegan hp jatoh dan perut jumpalitan lagiii..
- Dan malamnya saya buka lagi halaman passport yang ada stempel visa Schengen itu. Valid untuk 1,5 bulan dan multiple entry.. Ah baiknya si kompeni. Cium-ciumin passport.
![]() |
| Kami akan kesana nanti :)))), photo taken from google |
Note : Waktu tinggal sebulan sebelum berangkat, banyak PR itinerary, transportasi antar negara, hostel, tiket masuk, kontak teman sana sini dan couch surfing... Amboooii... Tunggu cerita selanjutnya. Doakan saya ya temans :)





Post a Comment