Kalau mau lihat riweuhnya kelurahan. Maka cobalah untuk mengajukan Visa on Arrival India, niscaya kalian akan bersyukur kelurahan kita masih menang jauh :)
So manual.
Siang hari itu kami tiba di bandara kalkuta India, karena malas bikin visa India di Jakarta, maka kami pun langsung berangkat ke India dan mengajukan langsung Visa on Arrival disana.
Bandaranya kecil sekali, celingak celinguk, akhirnya sesama penumpang AA menunjukkan saya dimana harus mengambil formulir pengajuan visa. Lalu masuklah kami ke ruangan kecil agak busuk ;p. Sofa lusuh, lemari debu penuh dengan tumpukan buku, meja petugas dan buku besar.
Saat masuk kami bertemu orang Indonesia juga yang sepertinya sudah lama berada disitu. Kami segera mengisi formulir pengajuan visa tersebut. Hal yang sudah kami siapkan sebelum berangkat untuk apply visa on arrival adalah copy reservasi hotel selama di India dan foto 3x4cm berwarna.
Lucunya setelah semua berkas selesai diisi, mereka (setidaknya ada 3 orang petugas) menuliskan banyak data seperti nama, no passport, masa tinggal, rencana perjalanan, nama hotel di buku besar mereka masing-masing seperti buku cicilan panci tapi versi besarnya. Jika ada 3 orang petugas disana, maka mereka akan menuliskan hal yang sama di ketiga buku besar mereka. Alamak syukurlah kami tidak terlalu terburu waktu, melihat mereka menuliskan satu-satu secara manual sungguh perlu kesabaran. Satu-satunya teknologi didalam situ adalah mesin printer besar dan 2 komputer jadul. Mungkin nanti visanya akan di print menggunakan printer tersebut.
Selang beberapa waktu, yang terjadi setelah itu adalah petugas pembuat visa ini mengangkat stempel besar kotak dan menekankan stempel besar tersebut ke lembar passport kami. Iya benar-benar stempel kotak besar seukuran satu halaman passport, disana mereka bubuhkan tanggal datang dan tanggal masa berlaku habis, dengan pulpen saja *EekkOokk*
Kemudian kami diminta biaya visa sebesar Rs 3300, tidak bisa menggunakan USD seperti informasi yang kami dapatkan sebelumnya. Jangan cepat khawatir, ada satu petugas yang bertugas mengantar kami menuju loket imigrasi, mulailah percakapan antara petugas tersebut, petugas melihat ke arah kami, berbicara sebentar lalu membubuhkan cap kecil di passport lalu kami dibawa ke money changer. Iya kami tukar uang dulu di luar loket imigrasi. Karena nilai tukarnya rasional, maka kami menukarkan uang di money changer tersebut. Setelah selesai urusan tukar uang, kami lewati loket imigrasi yang tadi lagi untuk kembali masuk ke dalam ruang kecil tempat pengisian berkas. Eaaaa bisa-bisanya keluar masuk loket imigrasi seenak jidat.
Tapi koq mahal ya jangan-jangan kami ditipu karena info sebelumnya biaya pembuatan visa hanya sebesar Rs 3000, loh koq ini Rs 3300. Misuh-misuh masuk ruangan akhirnya kami mendapatkan jawaban atas teka-teki biaya tersebut dengan menerima kuitansi pembuatan visa resmi sebesar Rs3300. (maap suudzon)
Passport sudah ditangan, VoA selesai. Sekeluarnya dari ruangan kami pun berhenti di depan loket imigrasi dan apalah itu saat mau mengantri loket imigrasi lagi, si petugasnya malah mempersilahkan lewat saja gitu... Ga diperiksa apa-apa lagi. *EekkOokk*
Sebelum jauh dari loket imigrasi kami periksa dulu keaslian dan keberadaan VoA di passport kami, agar jangan terjadi masalah kemudian.
Dan terlihatlah stempel besar kotak dengan tulisan tangan manusia di passport kami seharga Rp546.000 jika dikonversi ke rupiah.. Mahal... Visa ter"sederhana" yang selama ini nempel di passport.
Welcome to Indiahe.. What will be, will be :)
Note :
Kalau ada waktu leluasa bisa lakukan pengajuan visa di kedutaan besar India di Jakarta atau minta bantuan travel agent.
Pssst. Hal yang sama terjadi saat check in hotel di India (paling tidak di hotel yang kami tempati di beberapa kota, memang bukan bintang 4 atau bintang 5 sih), buku besar selalu ada di depan receptionist. Kami pun selalu harus menunggu prosesi manual tulis tangan saat check in dan check out. Pada hari ke-5 saya berada di India, receptionist hotel di Agra yang sedang menjalankan tugasnya menemukan bahwa tanggal expired visa di passport mbak lita si seleb India, 23/02/2013 - 24/02/2013. Padahal kami baru pulang tanggal 1 Maret 2013. Sempat sedikit panik, saya kalem menunjukkan contoh VoA passport saya yang seharusnya sama dengan VoA mbak lita yaitu 23/02/2013 - 24/03/2013. Dan dengan mudahnya si bapak receptionist itu mengganti tanggal di VoA dengan pulpennya dari angka 02 menjadi 03 *EekkOokk lagi*. Saya pun terkesima dengan perbuatan yang beliau lakukan itu, sambil tersenyum, ngikik campur ngeri :)


1 comments:
jadi persyaratannya apa aja say?
ReplyPost a Comment