26 January 2013
You lost!
Kata itu yang saya dengar dari mulut salah satu pemuda yang duduk bergerombol di sudut jalan Istanbul di jalan menuju Basilica Cistern.
You lost!
Apakah saya terlihat begitu lugu sehingga mereka menyebut kata tersebut dengan maksud menakut-nakuti saya. Memang agak bergidik terutama kalo sedang solo traveling, tapi saya berusaha cuek dan tetap berjalan seperti biasa saja.
You lost!
Apakah saya terlihat begitu lugu sehingga mereka menyebut kata tersebut dengan maksud menakut-nakuti saya. Memang agak bergidik terutama kalo sedang solo traveling, tapi saya berusaha cuek dan tetap berjalan seperti biasa saja.
Di hari terakhir ini saya yang hanya ingin mengulang rute dengan santai di Istanbul dan mengunjungi beberapa tempat yang belum sempat di datangi, menandai beberapa tempat pada city map dan bertanya kepada receptionist hostel naik apa kesana, dan sang receptionist berkata : "Oh c'mon that's all around here, just walk, your still young."
Ya sebenarnya memang kalau waktu dan energi masih banyak, Istanbul ini bisa dikelilingi dengan berjalan kaki, opsi lain adalah dengan menggunakan tram dengan rute seperti dibawah ini :
Kalau di Bogor kita punya Istana Bogor & kebun raya. Kalau Istanbul sentralnya adalah Sultanahmet. Jantungnya yang pasti akan dilewati, dan ketika sudah sampai di Sultanahmet, ada beberapa bangunan disekitarnya, kita tinggal pilih mau masuk ke bangunan mana duluan.
1. Hagia Sofia/ Aya Sophia - Sultanahmet Area
Saat saya datang ke Hagia Sofia/ Aya Sophia, bangunan ini sedang direnovasi bagian depan dan beberapa pilarnya. Tapi bagian dalam yang dulunya gereja kemudian menjadi Masjid lalu sekarang beralih fungsi sebagai Museum ini sangat cantik. Terutama saat memasuk aula besarnya, sulit rasanya menahan untuk tidak mendongak melihat berkeliling ke bagian atapnya. Masuk lebih jauh terdapat galery foto yang menampilkan foto beberapa pimpinan kristiani zaman dulu dan koleksi perhiasan yang sepertinya bisa dibeli.
2. Blue Mosque - Sultanahmet Area
Blue Mosque ini adalah salah satu Masjid tercantik di Eropa dan Masjid pertama yang saya kunjungi di Eropa. Masjid Keduanya adalah Mezquita di Cordoba . Pastinya Masjid ini memiliki nilai histori bagi orang Turki dan peradaban Islam di dunia, tidak salah bahwa karena Masjid inilah membuat Istanbul menjadi tujuan tambahan umat Islam dalam rangkaian umroh. Tata cara memasuki Masjid adalah membuka sepatu, mengambil kantung sepatu dan memakai lagi setelah keluar Masjid. Di dalam masjid ini umat Islam bisa melakukan sholat ataupun mengikuti kelas kajian Islam dengan jadwal tertentu (asal ngerti bahasa Turki aja hehe)
3. Topkapi Palace
Di dalam Topkapi Palace ini disimpan barang-barang berharga Sultan dan peninggalan Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu kebanyakan galeri nya dilarang foto. Oiya disini terdapat toko souvenir, dan saya membeli kaos oblong dengan tulisan dan khas Turki untuk oleh-oleh seharga 5 Lira atau sekitar Rp. 25.000 saja.
4. Sultanahmet Pedestrian Area
| jangan pernah beli roti ini keras banget. |
| kalau mau cobain spa ala Turki yang seperti mau dipatahin tulangnya plus dibubuhi seperti lumpur hitam, monggo |
5. Taksim Square.
Tidak seperti hari pertama saya naik tram menuju Taksim Square, di hari terakhir saya memilih jalan kaki, hujan rintik-rintik saat itu dan jalanan mulai menurun, saya harus hati-hati agar tidak terpeleset di jalan yang licin. Lucunya lebar jalan itu hanya seperti jalan satu arah di jakarta dan di jalan yang sempit itu harus berbagi dengan 2 jalur tram di tengahnya. Selama perjalanan saya memasuki toko-toko souvenir, saya membeli beberapa tempelan kulkas dan pajangan rumah titipan papa.
Akhirnya saya pun sampai di Taksim Square, disini terdapat pool bus havatas, jika mau ke Airport Istanbul S Gokcen bisa naik bus havatas dari sini. Di sekitar Taksim Square terdapat banyak pertokoan seperti H&M dan merk-merk lokal.
**) Jika tidak mau jalan kaki, bisa menggunakan tram sampai ke stasiun terakhir Kabatas, lalu lanjut naik furnicular 1 stasiun ke Taksim.
Akhirnya saya pun sampai di Taksim Square, disini terdapat pool bus havatas, jika mau ke Airport Istanbul S Gokcen bisa naik bus havatas dari sini. Di sekitar Taksim Square terdapat banyak pertokoan seperti H&M dan merk-merk lokal.
**) Jika tidak mau jalan kaki, bisa menggunakan tram sampai ke stasiun terakhir Kabatas, lalu lanjut naik furnicular 1 stasiun ke Taksim.
6. Yeni Mosque, Galata Bridge & Bosphorus
Kenapa saya jadikan satu karena 3 tempat ini ada di satu area. Beberapa bulan sebelum ke Turki, di bioskop sedang diputar film The Taken, dan ada adegan sang ayah yang mengajak jalan-jalan putrinya dengan menggunakan Bosphorus Cruise. Wuih saya sih naiknya Ferry bukan Cruise. Ya saya naik Ferry melewati Selat Bosphorus yang menghubungkan Turki kawasan Eropa dan kawasan Asia. Dan beginilah pemandangan sekitarnya.
| Yeni Mosque |
| Galata Bridge |
| Selat Bosphorus menuju Asia (diujung sana ada kota) |
| | ||
| Aktivitas di atas Galata Bridge |
| Lapar, Mamam Burger Kebab, untung bawa sambel, agak nutupin bau kambingnya |
7. Grand Bazaar
Terakhir akhirnya saya naik tram dari Taksim ke Grand Bazaar dan berhenti di Stasiun Beyazit.
Pintu masuk Grand Bazaar banyak sekali, begitu masuk langsung tercium aroma rempah-rempah. Banyak penjual yang ada disana, tapi sekilas saya lihat barang yang dijual hampir sama yaitu peralatan logam khas Turki, piring, hiasan dinding, baju, rempah, dll. Saya tidak terlalu lama berada disana, takut bingung cari jalan keluarnya hehe
| Jeton |
| Grand Bazaar |
Begitulah cerita tentang Istanbul, memang agak susah di masalah bahasa, tapi kita masih bisa gunakan bahasa tubuh dan tersenyum.. Oiya sewaktu menuju Galata Bridge, saya sempat disamperin seorang bapak sekitar 40 tahunan. Dia tersenyum dan berkata dengan bahasa Turki, saya pun hanya tersenyum. Saat saya mau menyebrang jalan dia tiba-tiba menggandeng tangan saya, saya yang kaget hanya tersenyum dan berusaha melepaskan pegangan dengan cepat, setelah menyebrang jalan saya langsung ambil langkah ke arah yang berlawanan, sambil berlari kecil menjauhi si bapak tadi.. Fiuuuh.











