Enam belas hari bukanlah jumlah waktu yang ideal untuk mengunjungi benua Eropa secara keseluruhan. Sayangnya sebagai pekerja kantoran yang cutinya terbatas 12 hari ditambah tabungan beberapa cuti tahun lalu yang sengaja tidak saya ambil, dikurangi banyaknya cuti bersama yang semaksimal mungkin juga saya tidak ambil di tahun lalu, membuat saya harus memaksimalkan waktu yang ada untuk menjelajahi beberapa tempat di Eropa (sedikit curcol :p)
Dengan keterbatasan waktu yang saya punyai, saya harus mengatur moda transportasi antar kota antar negara, waktu tempuh, rute dan juga biayanya, sehingga setelah membandingkan dengan harga tiket kereta dan bus, saya memilih beberapa budget airline yang memenuhi 2 syarat : 1. Hemat Waktu 2. Hemat Biaya. Akan tetapi namanya juga budget airlines ada beberapa keterbatasan dari airlines ini karena biasanya airport yang kecil dan agak jauh dari kota sehingga kita perlu mempertimbangkan waktu dan biaya ke dan dari airport. Mengenai bagasi juga biasanya harga pesawat belum termasuk biaya bagasi, harga akan sangat murah jika tidak menggunakan bagasi tetapi aturannya pun sangat ketat karena jika tidak membeli bagasi kita hanya boleh membawa 1 tas saja (ya hanya 1 tas saja). Peraturan mengenai 1 tas ini sangat strict untuk budget airlines di Eropa, jika hanya boleh 1 tas dimensi kabin seberat 7 kg maka tas jinjing dihitung juga sebagai 1 tas. Silahkan baca dengan seksama aturan bagasi dan check in nya, karena akan timbul masalah jika kita telat check in atau kelebihan berat dan dimensi bagasi.
Berikut pengalaman saya sendiri saat mencoba beberapa budget airline di Eropa :
1. Pegasus airlines http://www.flypgs.com/en/default.aspx
Sebagai maskapai penerbangan milik Turki, rute pegasus banyak melayani antar kota di wilayah turki dan beberapa rute yang menyambungkan turki ke beberapa kota di eropa seperti Germany, Holland, Greece, Italy, France, dll. Saya sendiri memilih Pegasus Airlines untuk rute Istanbul S Gokcen- Nevshehir, Izmir- Istanbul S Gokcen, Istanbul S. Gokcen - Rome Fuminicino dan Paris Orly - Istanbul S. Gokcen. Satu yang saya sangat ingat tentang pegasus airlines ini adalah sistem prosedur keselamatan, bukan seperti airlines lainnya yang hanya menampilkan peragaan keselamatan oleh pramugara/pramugari dengan halo-halo informasi yang menggema di pesawat. Pegasus Airlines menampilkan informasi prosedur keselamatan berupa video lucu yang diputar pada monitor bawah cabin. Video 1 diperagakan dengan artis yang memakai seragam pramugara/pramugari, pilot, chef hingga penumpang pesawat yang semuanya anak-anak. Gerakan dan aksen kata-kata yang keluar dari anak-anak itu lucu sekali. Video 2 diperagakan oleh pramugara/pramugari dewasa tapi dengan baju lebih sporty yang penuh dengan tarian dan nyanyian hingga contoh cara menyelamatkan diri melalui pintu darurat, meniti pinggir pesawat hingga meluncur dengan balon karet dari pesawat ke laut. Sangat atraktif sehingga kita lebih mengerti prosedur keselamatan dengan contoh tersebut dan pastinya tidak bosan.
Web check in pegasus airlines bisa dilakukan minimal 48 jam sebelumnya, jika tidak sempat atau tidak keburu web check in, airport menyediakan booth self check in yang bisa dipakai. Di Istanbul karena booth-nya banyak, biasanya petugas meminta kita self check in sendiri, setelah itu baru melayani masuk bagasi di loket check in.
Ada satu catatan jika menggunakan check in baggage dan bagasinya berupa backpack agar merapihkan tali temali serta menguatkan ikatannya agar tidak tersangkut ke conveyor. Lebih bagus lagi kalau kita punya cover bag dan conveyor belt sehingga backpack masuk bagasi dengan kondisi rapih. Saya pernah dijutekkin check in crew di bandara Paris saat menaikkan backpack dengan kondisi tali backpack yang kurang kencang, dia contohkan cara menarik klipnya. Sumpah galak bener.
Ada satu catatan jika menggunakan check in baggage dan bagasinya berupa backpack agar merapihkan tali temali serta menguatkan ikatannya agar tidak tersangkut ke conveyor. Lebih bagus lagi kalau kita punya cover bag dan conveyor belt sehingga backpack masuk bagasi dengan kondisi rapih. Saya pernah dijutekkin check in crew di bandara Paris saat menaikkan backpack dengan kondisi tali backpack yang kurang kencang, dia contohkan cara menarik klipnya. Sumpah galak bener.
Pesawat milik Belanda ini melayani rute ke Austria, Czech Republic, Bulgaria, Cyprus, Denmark, Finland, France, Spain, Egypt,Italy, Switzerland dan lainnya. Saya mengambill rute Rome Fiumicino - Rotterdam/ The Hague dan Rotterdam - Barcelona
Untuk urusan check in Transavia, web check in baru dibuka 4- 23 jam sebelumnya atau bisa dilakukan di airport maksimal 1 jam sebelumnya. Saya sempat berpikir budget airlines Asia lebih canggih karena kita bisa early check in kapan saja (two thumbs up buat AA :)
Oiya saat mau masuk area check in Transavia, ada petugas yang memeriksa tiket termasuk pengecekan awal bagasi. Ketentuan hanya ada 1 cabin baggage berlaku ketat pada airlines ini. Saat mau masuk memang saya membawa 1 backpack, 1 daypack dan 1 paper bag isi jaket H&M yang saya beli muree di Amsterdam. Si mbak petugas Transavia tidak memperbolehkan saya masuk karena adanya 1 paperbag tersebut dan menunjukkan ke gambar "only 1 cabin baggage". Jadilah saya pakai jaketnya dan saya masukkan beberapa barang pritilan ke dalam daypack dengan extra umpel-umpelan, fiuuh. Setelah itu dia memberikan 1 tag untuk day pack dan tag backpack untuk check in baggage.
3. Ryan Air http://www.ryanair.com/en
Kurang lebih pelayanan dan ketentuannya sama dengan budget airlines lainnya, tapi khusus untuk Ryan Air detail akan saya ceritakan tersendiri hihiii..
Reference :
http://www.skyscanner.co.id/ >> untuk melihat perbandingan airlines berdasarkan rute, waktu dan biaya


Post a Comment